Ba’asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi

March 13, 2010 by Widianto,SE · Leave a Comment
Filed under: Uncategorized 

ba-asyir-mengapa-jasad-dulmatin-wangiVIVAnews — Meski tidak mengenal betul sosok Dulmatin, Pimpinan Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyakini bahwa Dulmatin bukanlah seorang teroris yang selama ini diburu polisi.

Menurutnya, Dulmatin adalah seorang mujahid, karena membela orang Islam yang tertindas di luar negeri. Kendati dinilai teroris, Ba’asyir mempersilahkan masyarakat tidak setuju dengan jihad cara Dulmatin.

“Silahkan masyarakat menilai, yang saya tahu mereka pejuang Islam, bukan teroris yang teroris adalah Amerika. Itu yang dibalik, maling teriak maling, tapi Indonesia taklid,” kata Ba’asyir, Jumat, 12 Maret 2010.

Selain itu, menurut Ba’asyir berbeda jasad orang yang disebut teroris dengan jasad orang yang bukan teroris. Hal itu, dibuktikan dari jenazah Dulmatin dari kawan-kawan yang melihat langsung jenazahnya sebelum dimakamkan.

“Saya dengar dari kawan-kawan di sana yang melihat jenazah Dulmatin. Baunya wangi dan darah masih mengalir. Kenapa demikian, itu membuktikan kalau teroris lima menit setelah mati pasti busuk,” kata Ba’asyir.

Meski simpati dengan aksinya melawan Amerika, tapi dia mengaku jihad yang dilakukan Dulmatin keliru.

Seperti diketahui, Dulmatin dipastikan tewas setelah di tembak oleh tim Densus 88 di Pamulang, Tangerang Banten pada Selasa 9 Maret 2010, bersama tiga orang yang diduga teroris.

Penangkapan Dulmatin berawal dari penyergapan sejumlah kelompok teroris di Aceh Besar yang merupakan kelompok teroris Pamulang.

Saat ini, jenazah Dulmatin Tersangka teroris Dulmatin telah dipulangkan ke Pemalang, Jaw Tengah subuh tadi. Menurut rencana, jasad Dulmatin alias Joko Pitono akan dimakamkan pukul 08.00 WIB.

Dikutip dari tvOne, Jumat 12 Maret 2010, jasad Dulmatin saat ini disemayamkan di kediaman keluarga di Jalan Garuda Pasar Patarukan, Jawa Tengah.

Informasi yang diperoleh, pukul 8.00 WIB Dulmatin akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lenong, Kelurahan Lenong. Pemakaman ini berjarak sekitar 5 kilometer dari kediaman keluarga.

Proses pemakaman ini diawali dengan upacara pelepasan oleh seluruh keluarga besar Dulmatin. Iringan takbir pun lantang disuarakan sekelompok orang bersama keluarga.

BERITA TERORIS

March 11, 2010 by Widianto,SE · Leave a Comment
Filed under: Uncategorized 

teroris tertangkapDEPOK  – Salah seorang tersangka teroris dari 21 nama teroris yang dirilis Mabes Polri, Agus Kasdianto, ternyata warga Depok. Agus adalah salah satu dari tiga tersangka teroris asal Depok yang tinggal di Jalan Raya Gas Alam Curug Cimanggis.

Agus dikenal warga sebagai sosok yang tertutup dan jarang terlihat di lingkungannya. Agus memiliki istri bernama Elis dengan ciri-ciri berjilbab panjang dan bercadar, dan telah memiliki seorang anak.

Tetangga Agus, Nisi (43) menuturkan, Agus diketahui warga baru saja keluar dari penjara atas keterlibatannya dalam peledakan bom di Sukamaju Baru, Depok pada tahun 2005. Nisi juga heran dengan kehidupan keluarga Agus yang jarang dikunjungi Agus.

“Kita sudah tidak kaget, karena dia itu baru keluar dari penjara, katanya juga terlibat peledakan bom di Sukamaju Baru, saya pernah tanya sama istrinya saat lahiran anak pertamanya Agus tidak menjenguk, dan sudah dua bulan ini sudah tidak terlihat,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/03/10).

Hingga kini rumah tersangka teroris Agus Kasdianto masih dijaga ketat oleh anggota Polsek Cimanggis Depok. Sementara pihak keluarga Agus tidak bersedia membukakan pintu bagi siapapun yang datang.

Tersangka teroris lainnya yang tinggal di Depok yakni Sofyan Tasauri yang berhasil ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri dalam penyergapan di Aceh Besar. Sofyan tinggal di wilayah Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok yang juga mantan anggota Polres Depok.

Sementara tersangka teroris lainnya Bhakti Razna merupakan warga Pondok Sukmajaya yang sempat menjadi dosen Universitas Pancasila.

ALLAH MENJAWAB DOA DENGAN CARANYA

October 10, 2009 by Widianto,SE · Leave a Comment
Filed under: Inspirasi 

ALLAH MENJAWAB DOA DENGAN CARANYA

Pada suatu hari, seorang wanita sedang mengajar keponakanya. Dia biasanya menyimak apa yang diajarka bibinya, tetapi kali ini dia tidak bisa berkonsentrasi karena salah satu kelerenganya hilang. Tiba-tiba anak itu berkata: “Bi, bolehkan aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku?” Ketika bibinya mengizinkan, anak itu berlutut di Kursinya, menutup matanya dan berdo’a dengan sungguh-sungguh. Kemudian dia bangkit dan melanjutkan pelajaran.

Keesokan harinya, bibinya yang takut do’a keponakannya tidak terjawab dan dengan demikian melemahkan imanya, dengan khawatir bertanya :”sayang apakah engkau sudah menemukan kelerengmu?” ” Tidak Bi”, jawab anak itu, ” Tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi.”

Alangkah indahnya iman anak itu. Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendaknya. Masalah terbesar dari doa adalah bagaimana membiarkanya mengalir dan mengizinkan Allah menjawabdengan caraNYA

Next Page »

  • SPONSOR

  • BEST SELLER